BANTAENG, publikasionline.id — Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Kesehatan melaksanakan tiga program kesehatan strategis secara beruntun pada 25–26 November 2025. Ketiga kegiatan tersebut terdiri dari Gerakan Posyandu Aktif, Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas, serta Gerakan Cegah Stunting yang digelar di sejumlah desa dan fasilitas layanan kesehatan. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dari hulu ke hilir.
Gerakan Posyandu Aktif: Perkuat Layanan Dasar untuk Ibu, Bayi, dan Balita
Kegiatan pertama, Gerakan Posyandu Aktif, dilaksanakan pada 25 November 2025. Program ini bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan dasar untuk seluruh siklus hidup, terutama bagi ibu, bayi, dan balita. Kegiatan mencakup senam sehat, edukasi kesehatan, pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), layanan gizi, hingga permainan edukatif bagi anak.
Kegiatan ini juga mendorong peningkatan peran kader posyandu serta kesadaran masyarakat untuk hadir rutin dalam pemantauan kesehatan.
LAP. GER. POSY AKTIF 2025
Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas: Fokus pada PTM dan Kelompok Rentan
Pada 26 November 2025, Dinas Kesehatan melanjutkan program melalui Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas 2025. Kegiatan ini menyoroti meningkatnya ancaman penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, kanker, stroke, dan gangguan kardiovaskular.
Masyarakat diberikan edukasi pencegahan penyakit, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, serta kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang meliputi senam bersama, konsumsi buah dan sayur, dan kawasan bebas rokok.
Kegiatan ini menyasar masyarakat umum, kelompok rentan, tenaga kesehatan, serta lembaga pendidikan.
LAP.GERAKAN PENGEN.PENYAK 2025
Gerakan Cegah Stunting: Edukasi, Intervensi, dan Komitmen Bersama
Masih di hari yang sama, Dinkes Bantaeng menggelar Gerakan Cegah Stunting di Kantor Desa Barua. Kegiatan ini menghadirkan OPD, tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, serta orang tua dan ibu hamil.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, penyampaian materi oleh Kepala Dinas Kesehatan, diskusi interaktif, senam bersama, minum TTD bareng remaja, kuis, hingga penandatanganan komitmen bersama dalam pencegahan stunting.
Program ini menjadi bagian dari intervensi gizi spesifik dan sensitif untuk memperkuat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Kadis Kesehatan dr. H. Andi Ihsan, M.Kes.,: Terima Kasih kepada Bupati atas Dukungan Penuh
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya kepada Bupati Bantaeng atas dukungan yang diberikan selama berlangsungnya rangkaian kegiatan kesehatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Bantaeng atas dukungan dan perhatian yang terus diberikan kepada Dinas Kesehatan. Dukungan ini memungkinkan kami melaksanakan tiga program strategis secara optimal, mulai dari Posyandu Aktif, Pengendalian Penyakit Prioritas, hingga Gerakan Cegah Stunting,” ujarnya Senin 01 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dan komitmen pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bantaeng.
“Upaya bersama ini diharapkan semakin memperkuat pelayanan kesehatan dan menurunkan angka stunting serta penyakit tidak menular di Bantaeng,” tambahnya.
Melalui tiga program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng meneguhkan komitmen untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat dan memastikan intervensi kesehatan dapat dirasakan langsung oleh warga hingga ke tingkat desa.
Kontri : Aby
Editor : Redaksi








