PINRANG,PO – Pendaftaran bakal calon Ketua Pengurus Daerah Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kabupaten Pinrang resmi ditutup pada Jumat (16/10/2026), pukul 17.00 WITA. Hingga batas akhir pendaftaran, tercatat delapan nama yang masuk dalam bursa bakal calon ketua untuk periode kepengurusan berikutnya.
Dua pendaftar terakhir adalah H. Alimuddin dan H. Basri. Keduanya melengkapi enam nama yang lebih dahulu mendaftar, yakni Abdul Wahid Nara, Aswadi Haruna, Basman, Haeruddin, Harun Junaidi, dan A. Dala.
Setelah penutupan pendaftaran, panitia pelaksana Musyawarah Daerah (Musda) PORDI Pinrang akan menyerahkan seluruh berkas bakal calon kepada Steering Committee untuk menjalani proses verifikasi.
Pemeriksaan dilakukan berdasarkan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), serta Pedoman Organisasi (PO) PORDI. Tahapan ini menjadi dasar untuk memastikan kelengkapan administrasi dan pemenuhan persyaratan organisasi sebelum bakal calon ditetapkan sebagai calon tetap dalam Musda.
Musda PORDI Pinrang selanjutnya menjadi forum organisasi untuk menentukan ketua pengurus daerah bagi masa bakti berikutnya sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi.
Salah satu pendaftar terakhir, H. Basri, menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon Ketua PORDI Pinrang setelah mendapat dorongan dari sejumlah Ketua Pengurus Kecamatan (Pengcam) dan pengurus gardu di berbagai wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan H. Basri dalam pertemuan santai di sebuah warung kopi di pusat Kota Sawitto, Jumat (16/10/2026), bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran.
Putra asli Pinrang itu menghabiskan masa kecil hingga remajanya di daerah tersebut. Ia juga menempuh pendidikan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas di Kabupaten Pinrang.
Menurut informasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, sejumlah Pengcam dan pengurus gardu sebelumnya mendatangi H. Basri untuk meminta kesediaannya maju dalam Musda. Pertemuan itu sekaligus menjadi ajang berdiskusi mengenai perkembangan organisasi dan mengenang masa sekolah.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah pengurus menyampaikan beberapa aspirasi terkait masa depan PORDI Pinrang. Salah satu perhatian utama adalah perlunya pemerataan dan kesinambungan pembinaan atlet domino, khususnya di kecamatan di luar pusat Kota Sawitto.
Selain pembinaan atlet, mereka juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas wasit yang memimpin pertandingan serta pembenahan administrasi organisasi.
Persoalan legalitas gardu dan kejelasan status keanggotaan turut menjadi perhatian. Sejumlah pengurus menilai perlu ada penertiban dokumen organisasi, termasuk memastikan anggota dan gardu memiliki administrasi serta surat keputusan yang sah sesuai ketentuan PORDI.
Setelah mempertimbangkan dorongan dan berbagai masukan tersebut, H. Basri akhirnya menyatakan kesiapannya mengikuti proses pencalonan.
“Bismillah, saya siap maju untuk menata dan memajukan PORDI Kabupaten Pinrang,” ujarnya.
Dengan masuknya H. Basri, jumlah bakal calon yang mendaftar hingga penutupan resmi mencapai delapan orang. Selanjutnya, seluruh berkas akan diperiksa oleh Steering Committee untuk menentukan bakal calon yang memenuhi persyaratan dan dapat ditetapkan sebagai calon tetap dalam Musda PORDI Kabupaten Pinrang.
Hasil verifikasi tersebut menjadi tahapan penting sebelum proses pemilihan ketua dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi.
Tim Redaksi









