iklan Promo

Wabup Takalar Warning Stunting Harus Turun, Konvergensi di Desa Kunci Utama

TAKALAR,PO – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Takalar kembali diperkuat. Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, http://S.Sos., MM memimpin langsung Rapat Koordinasi Pemantauan Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Semester I Tahun 2026.

Rakor tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Takalar, Kamis (1/10/2026).

Dalam arahannya, Wabup Hengky menegaskan penurunan stunting tidak bisa dikerjakan setengah-setengah. Dibutuhkan strategi yang komprehensif, terukur dan berkelanjutan.

Ia membeberkan empat langkah strategis yang wajib dijalankan. Pertama, Analisis Situasi untuk memetakan sasaran, indikator, hingga masalah layanan di tingkat lokal.

Kedua, Penguatan Perencanaan melalui pra-Musrenbang tematik stunting dan penandaan anggaran di SIPD. Ketiga, Penguatan Pelaksanaan dengan memastikan anggaran APBD dan APBD Perubahan, termasuk APBDes dan kemitraan, terealisasi di semester I dan II.

“Dan terakhir, Monitoring dan Evaluasi. Kita harus ukur kinerja program secara berkelanjutan, klasifikasinya harus jelas mana yang Baik, Sedang dan Kurang,” tegas Hengky.

Menurutnya, kunci utama adalah konvergensi. Intervensi spesifik dan sensitif harus benar-benar menyentuh desa dan kelurahan lokus stunting dengan pembagian peran antar-sektor yang konkret.

Ketua Pelaksana yang juga Kepala Bapperida Takalar, Drs. Rahmansyah Lantara, http://M.Si melaporkan, rakor ini bertujuan menyatukan koordinasi dan komitmen seluruh stakeholder.

“Termasuk evaluasi capaian dan kendala intervensi di triwulan sebelumnya, sehingga aksi di semester berikutnya lebih terarah,” ujarnya.

Rakor ini diikuti 70 peserta. Mulai dari Sekda Takalar selaku Ketua TPPS, Kepala Dinas Kesehatan, DPPKBP3A, OPD terkait seperti PU, Sosial, PMD dan Ketahanan Pangan, para Camat, Kepala Desa/Lurah lokus stunting, Kepala Puskesmas, hingga mitra TP-PKK, perguruan tinggi, organisasi profesi kesehatan dan LSM.

Tiga narasumber utama dihadirkan. Bapperida memaparkan Capaian Indikator Stunting dan Evaluasi RAN PASTI, Dinas Kesehatan membahas Capaian Intervensi Spesifik dan Manajemen Kasus, serta DPPKBP3A memaparkan Strategi Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting dan peran Kader KPM/TPK.

Editor : Amin