BANTAENG,PO— Tim Inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng terus mematangkan kesiapan menghadapi ajang Guangzhou Innovation Award 2026 melalui kegiatan pendampingan perbaikan hasil reviu dari panitia internasional.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat dua inovasi unggulan yang mendapat pendampingan, yakni Peduli Kasi dari UPT Puskesmas Loka dan Skuad Sehat dari UPT Puskesmas Kota. Kedua inovasi ini berhasil menembus seleksi awal dan melaju ke tingkat internasional.
Pendampingan dilakukan secara daring dengan menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), khususnya Deputi Bidang Pelayanan Publik bersama Tenaga Ahli Inovasi KemenPANRB, Muhammad Badowi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tenaga Ahli Inovasi Kabupaten Bantaeng Dr. Rahman Ramlan, Ketua Klinik Inovasi H. Iwan Setiawan, perwakilan Bapperida Kabupaten Bantaeng Adi Kasim, serta para inovator, yakni Fitriani, SKM sebagai penggagas Peduli Kasi dan Sugita Patta sebagai inovator Skuad Sehat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, H. Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas inovasi yang diusung semakin matang.
“Pendampingan ini menjadi langkah strategis untuk menyempurnakan inovasi kita agar benar-benar siap bersaing di tingkat internasional. Kami optimistis, Peduli Kasi dan Skuad Sehat mampu menunjukkan bahwa Kabupaten Bantaeng memiliki inovasi pelayanan publik yang unggul dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan dalam ajang internasional ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga peluang untuk memperkenalkan praktik baik daerah serta memperluas jejaring pembelajaran global.
Dengan dukungan lintas sektor dan pendampingan dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menargetkan kedua inovasi tersebut dapat tampil maksimal dan membawa nama daerah di kancah internasional.
Abhy








