Jeneponto,PO– Pembangunan greenhouse yang berada di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri SMK) 2 Jeneponto kini telah memberikan berbagai manfaat yang signifikan.
Terlihat, Bangunan yang begitu indah dengan nuasa pertanian yang terletak dibelakang di lingkungan sekolah dengan memanfaatkannya sebagai pusat pelestarian lingkungan.
“Alhamdudillah dengan adanya bangunan Green House Hidroponik beserta sarana dan prasarananya ini sangat menunjan bagi siswa disektor pertanian yang dapat bersaing,”ucap Kepala Sekolah SMKN 2 Jeneponto, Kurniati, Kamis, 2 Maret 2026.
Tentunya itu, sekolah SMKN 2 Jeneponto terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembelajaran berbasis praktik.
Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah kegiatan pengembangan tanaman hidroponik oleh siswa Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) yang dilaksanakan di fasilitas Green House sekolah
Adanya, Pembangunan Green House ini merupakan hasil dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Program SMK Pusat Keunggulan Skema Reguler Tahun 2025. Kehadiran fasilitas ini memberikan dampak positif yang signifikan dalam menunjang proses pembelajaran yang lebih inovatif dan aplikatif.
Melalui kegiatan hidroponik ini, siswa memperoleh banyak manfaat, di antaranya peningkatan keterampilan teknis dalam budidaya tanaman modern, pemahaman tentang teknologi pertanian ramah lingkungan, serta penguatan karakter mandiri, disiplin, dan tanggung jawab.
“Selain itu, siswa juga dilatih untuk berpikir kreatif dan berwirausaha, sehingga memiliki bekal untuk menciptakan peluang usaha di bidang agribisnis,” ucap Kepsek SMK 2 Jeneponto yang dikenal banyak berbuat Inovasi.
Bagi sekolah SMKN 2 Jeneponto dengan keberadaan Green House menjadi sarana strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis industri, memperkuat citra sekolah sebagai pusat keunggulan di bidang pertanian, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, baik dunia usaha maupun dunia industri.
Lebih Jauh, Kepala Sekolah SMKN 2 Jeneponto menyampaikan bahwa program ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur atas bantuan yang diberikan, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan.
“Kami berharap melalui fasilitas ini, siswa dapat terus mengembangkan potensi diri, memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta mampu menjadi generasi yang mandiri dan berdaya saing,” papar Kurniati.
Maka dari itu, Ia berharap agar Green House ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai pusat pembelajaran dan inovasi, serta menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan pendidikan berbasis praktik.
Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan peserta didik, diharapkan SMKN 2 Jeneponto dapat terus melahirkan lulusan yang unggul dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Hal itu terbukti juga pihak sekolah telah membudidayakan tanaman Salada Romaine Hidroponik dan Salada Impor Maksimum dari Kebun Skaduaction Greenhouse.
“Alhamdulillah iya kita sudah manfaatkan bagunan dengan membudidayakan tananam Salada, bahkan kami telah panen hasilnya langsung suplay ditoko dan vendor yang mau,” ungkapnya.
Dengan begitu, keberhasilan adanya bantuan Green House Hidroponik segera mungkin dimanfaatkan oleh pihak sekolah baik tenaga pendidik maupun siswa untuk belajar edukasi teori maupun praktek pelestarian lingkungan agar memahami.
Green House Hidroponik yang berguna menunjang pembelajaran para siswa terkait tehnik bertanam yang menggunakan teknologi dengan metode ini
Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman berupa sayuran dengan media tanpa tanah, melainkan memanfaatkan air.
Namun, edukasi pelestarian lingkungan kepada para siswa tidak lagi cukup dengan hanya menyampaikan teori, melainkan dibutuhkan praktik langsung agar siswa memahami konteksnya.
Firmansyah








