Jeneponto,PO – Ditengah guyuran hujan tak menghalangi Kaum Emak-Emak (Ibu-Ibu) memanfaatkan kesempatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok seperti, Beras, Minyak Goreng, Gula Pasir dan sejumlah bahan pangan lainya dengan harga relatif lebih murah dibandingkan harga pasar.
Kesempatan ini dimanfaatkan pada kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto melalui Dinas Ketahanan Pangan serta Tim PKK Jeneponto secara serentak Nasional dalam rangka stabilitas pasokan dan harga Jelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Warga pun berbondong-bondong mendatangi gerai yang telah disediakan, di pelataran Mesjid Agung, Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Rabu, 11 Maret 2026.



Langka Nyata Pemerintah Kabupaten Jeneponto ini dilakukan dalam pengendalian inflasi daerah sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah potensi peningkatan permintaan bahan pangan pada periode Ramadan dan Lebaran.
Secara serentak Nasional dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga serta menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M, lewat daring dengan se- Sulsel serta beberapa Kabupaten lainya termasuk Pemerintah Kabupaten Jeneponto ini turut hadir bersama PKK Kabupaten Jeneponto.
Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir diwakili
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Racmat Sasmito, Sekdis Ketahanan Pangan Rizal Arizandy, hadir pula perwakilan Polres Jeneponto, Lurah Balang Toa, Analis Ketahanan Pangan Mustakim, Jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pihak Bulog, Tim Pengerak PKK Jeneponto dan Pelaku UMKM.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Racmat Sasmito, menyampaikan bahwa hari ini kita bersama sama secara nasional mengelar Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Tim PKK Jeneponto serta pihak Polres Jeneponto, stekholder dan pihak Bulog.
Kata dia, Tujuan dari kegiatan ini bagaimana untuk menjaga harga menjelang Hari Raya Idul Fitri, menjaga terjadinya Inflasi dan ketersediaan pasokan pangan.
“Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga pengendalian harga jelang hari raya idulfitri, Berkah kerjasama pihak PKK Jeneponto serta pihak lainnya termasuk stekholder, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, warga sekitar pun antusias membeli,”ujarnya kepada awak media, publikasionline.id.
Adapun Bahan pangan pokok disediakan dalam kegiatan ini Gerakan Pasar Murah (GPM) dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar umum.
Di antaranya minyak goreng dijual seharga Rp15.500 per liter, gula pasir 17.500/kg
telur ayam Rp 56.000/rak, beras sphp Rp 57.000/5kg, Ayam perdaging di harga 57.000/ekor, sementara, Bawang putih 38.000/kg dan bawang merah berada di harga 30.000/kg perkemasan serta cabe merah kriting 30.000, Kg, cabe rawit merah 55.000,Kg, dan aneka sayur sayuran Rp 10.000, perkemasan.
“Harga minyak goreng kemarin dari harga Rp 20.000, Per liter kembali harga normalnya ke Rp15.500 per liter, begitupula harga telur tetap pada acuang pemerintah berkisar dari harga Rp 56.000/rak,” sebutnya.
Plt Kadis Ketahanan Pangan itu merespon baik dengan terselenggaranya kegiatan, karna kegiatan ini dapat membantu meringankan sebagian besar pengeluaran kebutuhan yang digunakan oleh Ibu-Ibu menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Untuk keberlanjutan sebelum Hari H Idul Fitri, pihaknya bakal lagi mengelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Ini dilakukan agar lebih menyentuh kebutuhan warga hingga tingkatan Desa/Kelurahan dan Kecamatan.
“Insya Allah, Kegiatan GPM ini bakal kita lanjutkan sampai sebelum Hari Raya Idul fitri bisa sampai 2 atau 3 kali kegiatan, sehingga dapat menyentuh kebutuhan bantu masyarakt di tingkat Desa dan Kecamatan,”ungkapnya.
Ditanya terkait dengan ketersediaan pasokan pangan di pasar menjelang Hari Raya Idul Fitri, Ia menyampaikan setelah melakukan monitoring dan sidak bersama sama, ada beberapa bahan pokok mengalami lonjakan kenaikan harga seperti, Cabe Merah, Bawah Merah/Putih.
“Ada lonjakan ya seperti cabe di Jeneponto, karna kenapa cabe kita ini belum ada yang panen raya, sehingga masih ada pasokan dari Kabupaten tetangga. Walapun seperti itu minggu depan kita pastikan harga mulai normal seperti Daging Ayam, Telur dan Cabe,” pungkas Racmat Sasmito.
Warga sekitar pun mengunjungi langsung stand yang telah disediakan, Mereka pun membeli kebutuhan pokok, termasuk Minyak dan Telur.
“Iya Pak, saya beli Minyak dan Telur, ini kebutuhan untuk bulan puasa, bagus tawa harganya murah ki,” ucapnya singkat ibu itu sambil menenteng kantong berisi minyak.
Firmansyah








