Bantaeng, PO— Pagi itu, halaman UPT Puskesmas Dampang tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak matahari belum tinggi, warga berdatangan ada yang menggendong anak, ada yang menemani orang tua, ada pula yang sekadar ingin memeriksakan kesehatan. Selasa, 20 Januari 2026, menjadi hari di mana pelayanan kesehatan terasa lebih dekat dan menyeluruh.
Melalui kegiatan peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, Puskesmas Dampang menghadirkan pelayanan terpadu yang tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga edukasi dan pencegahan.
Petugas dari berbagai program Promkes, Gizi, bidan desa, bidan koordinator, Kesling, hingga perawat bekerja berdampingan melayani masyarakat.



Seorang warga meminta namanya tidak disebutkan mengaku awalnya hanya berniat memeriksakan tekanan darah. Namun, ia pulang dengan lebih dari sekadar hasil pemeriksaan.
“Tadi saya periksa tensi, lalu dengar penjelasan soal campak dan gizi anak. Jadi lebih paham bagaimana jaga kesehatan keluarga di rumah,” tuturnya.
Di sudut lain, anak-anak ditimbang dan diukur tinggi badannya, sementara para ibu berdiskusi tentang asupan gizi. Edukasi campak disampaikan dengan bahasa sederhana, membuat orang tua merasa dilibatkan, bukan digurui.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat 33 pasien rawat jalan mendapatkan pelayanan kesehatan. Angka itu bukan sekadar statistik, tetapi potret kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang mudah diakses dan manusiawi.
Kepala UPT Puskesmas Dampang, Rini Darmayanti, SKM., Kes, mengatakan bahwa pendekatan pelayanan terpadu adalah upaya puskesmas menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasa puskesmas adalah tempat yang aman dan ramah. Datang bukan hanya saat sakit, tetapi juga untuk belajar menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia menegaskan, edukasi kesehatan menjadi bagian penting agar masyarakat mampu melakukan pencegahan sejak dini, terutama terkait penyakit menular dan masalah gizi.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. H. Andi Iksan, yang menilai kegiatan seperti ini memperkuat hubungan antara fasilitas kesehatan dan masyarakat.
“Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal alat dan obat, tetapi tentang kehadiran dan kepedulian. Apa yang dilakukan Puskesmas Dampang menunjukkan bagaimana layanan publik seharusnya hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menjelang siang, antrean mulai berkurang. Warga pulang satu per satu sebagian membawa obat, sebagian membawa catatan gizi, dan hampir semuanya membawa pemahaman baru. Di Puskesmas Dampang hari itu, kesehatan bukan hanya dilayani, tetapi juga dipahami.
Abhy








