Jeneponto,PO – Kemeterian Ketenagakerjaan (KEMNAKER) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng telah memberikan pelatihan kepada 80 orang peserta di Kabupaten Jeneponto, Sulsel.
Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) menggelar Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan Pertama 2024 di Aula, Pada Hari Kamis,10/10/2024, Kemarin.
Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Jeneponto, Nurma Ali menyampaikan bahwa Pelatihan berbasis kompetensi angkatan pertama tahun 2024 ini kita libatkan peserta pelatihan dari berbagai wilayah Desa/Kelurahan yang ada 11 Kecamatan di Jeneponto.



“Peserta pelatihan ini berjumlah 80 orang dari keluarga Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE),” ucapnya saat sambutanya.
Tak hanya menyasar ke P3KE, tapi kita juga akomodasi dari masyarakat desa, antara lain Desa Punagaya dan Desa Karelayu, di desa Punagaya melalui program CSR PT PLN NP UPK Punagaya.
Kata Nurma Ali, dalam pemberian pelatihan ini, pihaknya memberikan metode, yakni metode pelatihan berbasis kompetensi dengan teori dan praktek dengan menggunakan aplikasi modul PBK sesuai dengan kejuruan masing masing berdasarkan standar kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
“Metode ini berdasarkan kompetensi dengan teori dan praktek disesuaikan dengan kejuruan Masing Masing,” urainya.
Kepala UPTD BLK Jeneponto itu yang dikenal inovatif dan produktif dalam setiap kegiatannya itu, terus memberikan wawasan disetiap momentum kegiatan agar semua berjalan lancar.
Pada pelatihan kali ini, ada beberapa kejuruan dengan bidang seperti, pembuatan roti dan kue, pengolahan ikan, servis sepeda motor injeksi, teknis pengelasan (plate welder SMAW 3G UP/PF) dan pertukangan.
“Mudah mudahan dengan adanya pelatihan ini dapat hasil terbaik dan ilmu yang sudah diberikan bisa bermanfaat bagi peserta dan dapat digunakannya,” harapnya.
“Melalui pelatihan keterampilan kerja ini, diharapkan semakin meningkatkan kemampuan masyarakat Jeneponto, sehingga semakin berdaya saing,” sambungnya.
Ia pun berterima kasih kepada Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng, Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Perusahaan dan seluruh stekholder yang telah berkolaborasi dengan baik, sehingga Kabupaten Jeneponto terus melakukan pelatihan terpadu ini terhadap masyarakat.
“Kolaborasi yang baik, sehingga kegiatan pelatihan ini terus berjalan dan tentunya ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Jeneponto,” pungkas Kepala BLK Jeneponto itu.
Terpisah, Kepala Desa Karelayu Rasul Umar, juga menyampaikan ucapan terima kasih atas diberikannya pelatihan pertukangan kepada 16 masyarakatnya. Dengan adanya program pelatihan binaan BLK Jeneponto ini memberikan dampak positif bagi masyarakat yang berada didesa kami.
“Ini sangat berdampak positif ya, dimana didesa kami itu diberikan pelatihan pertukangan. Dimana sebelumnya itu tidak ada yang paham, namun adanya pelatihan ini mereka paham dan sudah bisa kerja. Tak hanya itu ini juga bisa membuka lapangan kerja dengan tenaga kerja baru,” ucapnya kepada awak media.
Tentunya kedepannya setelah mendapatkan skill kemampuan. Pihak Pemerintah Desa bakal memperhatikan lebih khusus kepada mereka.
” Ya, setelah mendapatkan skill kemampuan mereka, kita bakal memberikan alat bantuan dengan menganggarkan supaya ilmu yang didapatkan dapat dikembangkan, artinya tidak mati suri setelah mendapatkan pelatihan,” ungkapnya.
Rasul umar beberkan juga, setelah ada ketrampilan yang dimiliki, warganya pun mengembangkan usahanya pertukangan nya. Walaupun hanya dirumahnya.
Hal senada pun disampaikan, salah satu peserta, Ia ungkap dengan adanya pelatihan ini, saya pribadi sudah bisa melakukan menjahit dengan beberapa metode, Walaupun masih ada kendala tapi kami di berikan terus tekni dan metode tata cara menjahit dengan benar itu di pelatihan tersebut.
“Alhamdulillah, pak saya di berikan pelatihan dapat ilmu dan kami jga dibekali dengan bantuan peralatannya ya diberikan, terimakasih banyak,” ujarnya Ibu itu.
Kontributor – Firman
