iklan Promo
News, Ragam  

All Out Demi Kejurnas, Kades Liliriawang Kerja Siang-Malam Siapkan Sirkuit Bone

BONE,PO — Di balik persiapan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region 5 Series 5 Putaran 5 yang akan digelar di Sirkuit Puri Graha Permai, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 24–25 Oktober 2026, ada sosok pekerja keras yang tak mengenal kata menyerah. Dia adalah Sundin, SH, Kepala Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, yang juga dikenal sebagai senior sekaligus pembalap legendaris di dunia grasstrack.

Bagi Sundin, SH, persiapan kejuaraan ini bukan sekadar urusan menyambut sebuah perlombaan. Ada semangat, pengabdian, dan kecintaan terhadap dunia balap yang membuatnya terus bergerak, memastikan setiap tahapan persiapan sirkuit berjalan sebagaimana mestinya.

Sejak awal pembangunan sirkuit hingga memasuki tahap persiapan akhir, Sundin disebut terus terlibat aktif di lapangan. Terik matahari, padatnya pekerjaan, hingga panjangnya waktu persiapan tak menyurutkan semangatnya untuk ikut memastikan arena balap siap menyambut para pembalap dari berbagai daerah.

Pengalaman panjangnya sebagai pembalap menjadi bekal tersendiri. Ia memahami bahwa sebuah kejuaraan bukan hanya tentang siapa yang tercepat di lintasan, melainkan juga tentang bagaimana sebuah arena dipersiapkan dengan baik, kerja sama tim dibangun, dan keselamatan para pembalap menjadi perhatian utama.

Sosoknya pun menjadi bagian penting dari semangat kolektif panitia dalam mempersiapkan ajang nasional yang diharapkan mampu mengangkat nama Kabupaten Bone di kancah otomotif, khususnya olahraga grasstrack.

Ketua Panitia Pelaksana, Agus Imel, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Sundin, SH bersama seluruh rekan panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan Kejurnas Grasstrack tersebut.

Menurutnya, persiapan kejuaraan berskala nasional membutuhkan kerja sama, pengorbanan waktu, tenaga, dan komitmen dari semua pihak. Karena itu, kontribusi setiap orang yang terlibat patut mendapatkan penghargaan.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Sundin, SH bersama teman-teman panitia. Sejak awal pembangunan sirkuit hingga persiapan menjelang pelaksanaan kejuaraan, beliau terus menunjukkan semangat dan dedikasi yang luar biasa. Pagi, siang, bahkan malam, beliau tetap hadir dan ikut bekerja demi menyukseskan kegiatan ini.”

Agus menegaskan, keberhasilan menyelenggarakan kejuaraan nasional tidak mungkin dicapai hanya oleh satu orang. Dibutuhkan kekompakan, semangat gotong royong, serta kesediaan seluruh panitia untuk bekerja bersama menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Apa yang dilakukan Sundin menjadi motivasi bagi kami semua. Namun, ini adalah kerja bersama. Kami berharap seluruh kerja keras panitia dapat terbayar dengan suksesnya pelaksanaan Kejurnas Grasstrack di Bone, serta memberikan kesan positif bagi para pembalap, tim, dan seluruh pengunjung yang hadir,” tambahnya.

Di tengah kesibukannya sebagai Kepala Desa Liliriawang, Sundin, SH menunjukkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan olahraga dapat menjadi ruang pengabdian yang melampaui urusan jabatan.

Pengalamannya sebagai pembalap senior dan sosok yang dikenal di dunia grasstrack menjadi bagian dari semangatnya untuk ikut menyukseskan ajang ini. Ia tidak hanya menyaksikan persiapan dari kejauhan, tetapi turut mengambil bagian dalam pekerjaan di lapangan.

Semangat tersebut menjadi gambaran bagaimana sebuah kegiatan besar dapat dipersiapkan melalui keterlibatan langsung, kerja sama, dan kepedulian terhadap dunia olahraga otomotif.

Kini, perhatian tertuju pada Sirkuit Puri Graha Permai. Tanggal 24–25 Oktober 2026 menjadi momentum penting bagi penyelenggaraan Kejurnas Grasstrack Region 5 Series 5 Putaran 5 di Kabupaten Bone.

Di balik deru mesin yang nantinya memecah suasana lintasan, ada kerja panjang yang telah dilakukan jauh sebelum bendera start dikibarkan. Ada tenaga yang dicurahkan, waktu yang dikorbankan, dan kekompakan yang terus dibangun demi menghadirkan sebuah kejuaraan yang membanggakan.

Sundin, SH menjadi salah seorang sosok yang mewarnai perjuangan itu. Bagi dirinya dan rekan-rekan panitia, suksesnya kejuaraan bukan semata-mata tentang meriahnya acara, melainkan juga tentang bagaimana kerja keras bersama mampu menghadirkan sebuah perhelatan olahraga yang membanggakan Kabupaten Bone.

Sebab, sebelum para pembalap bertarung memperebutkan kemenangan di lintasan, ada perjuangan lain yang lebih dahulu berlangsung di balik layar perjuangan mereka yang bekerja tanpa banyak bicara demi memastikan semuanya siap ketika hari perlombaan tiba.

Tamzil