MAKASSAR,PO — Kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan periode 2026–2031 resmi dilantik di Ballroom Sandeq, Hotel Claro, Makassar, Sabtu (17/10/2026). Momentum ini menjadi titik awal bagi pengurus baru untuk memperkuat profesionalisme wartawan, mendorong regenerasi, dan menjawab tantangan industri pers di tengah transformasi digital.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir melantik Suwardi Thahir sebagai Ketua PWI Sulsel. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Pusat Indah Kirana melantik Siti Faridah Suwardi sebagai Ketua IKWI Sulsel.
Suwardi Thahir sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Sulsel di Gedung Graha Pena, Makassar, Selasa (2/6/2026). Ia menjadi calon tunggal setelah Amrullah Basri Gani mengundurkan diri dengan pertimbangan mendorong kemajuan organisasi secara bersama-sama.
Usai dilantik, Suwardi menegaskan komitmennya menjadikan PWI Sulsel sebagai organisasi yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan lanskap komunikasi. Ia juga menempatkan keterlibatan jurnalis muda sebagai bagian penting dari regenerasi organisasi.
Menurut Suwardi, kepengurusan baru diharapkan menghadirkan energi dan program yang mampu memperkuat ekosistem pemberitaan di Sulawesi Selatan.
“Amanah yang diemban pengurus hari ini, semoga PWI makin berjaya. Ini akan menjadi energi baru bagi kami untuk membangun ekosistem pemberitaan yang kondusif untuk Sulawesi Selatan,” ujar Suwardi.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengingatkan bahwa kemudahan masyarakat memproduksi dan menyebarkan informasi melalui platform digital harus diimbangi dengan tanggung jawab serta kepatuhan terhadap etika jurnalistik.
Ia menegaskan, identitas pers profesional tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan menyebarkan informasi, tetapi juga oleh komitmen menyajikan fakta secara jujur, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, Kode Etik Jurnalistik (KEJ) merupakan landasan yang membedakan karya jurnalistik profesional dari konten informasi yang beredar secara umum di ruang digital.
Akhmad Munir juga menyoroti tantangan yang dihadapi wartawan dan perusahaan pers, mulai dari perkembangan teknologi hingga kebutuhan berinovasi agar tetap bertahan di tengah perubahan industri media.
“Tantangan sekarang adalah bagaimana wartawan mampu beradaptasi dengan teknologi serta berkreasi dan berinovasi untuk turut memajukan perusahaan persnya yang sekarang sedang berat sekali,” katanya.
Ia berharap PWI bersama mitra dan para pemangku kepentingan dapat memperkuat ekosistem pers yang sehat, profesional, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyambut kepengurusan baru PWI Sulsel. Ia berharap organisasi wartawan tersebut mampu melahirkan terobosan program yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi melalui platform seperti TikTok dan Instagram menjadi tantangan sekaligus peluang bagi organisasi kewartawanan untuk memperkuat kompetensi anggotanya.
“Kita berharap dengan wajah-wajah baru PWI ini bisa melahirkan sebuah terobosan program yang bermanfaat untuk jurnalis Sulawesi Selatan,” ujar Andi Sudirman.
Ia menekankan pentingnya program berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar wartawan mampu mengikuti perubahan situasi dan perkembangan media digital.

Pelantikan pengurus PWI Sulsel periode 2026–2031 turut dirangkaikan dengan penganugerahan PWI Sulsel Awards kepada sejumlah tokoh, kepala daerah, akademisi, pimpinan lembaga, serta pelaku usaha.
Anugerah Utama diberikan kepada Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dengan predikat Tokoh Inspiratif Penggerak Kedaulatan Pangan untuk Indonesia Super Power.
Sejumlah kepala daerah juga menerima penghargaan berdasarkan kategori yang ditetapkan panitia. Di antaranya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin untuk inovasi tata kelola perkotaan dan digitalisasi pelayanan publik, Bupati Maros Chaidir Syam untuk pembangunan inklusif dan pelayanan dasar, serta Bupati Soppeng Suwardi Haseng atas komitmen memajukan pendidikan.
Penghargaan lainnya diberikan kepada Bupati Bone Andi Asman Sulaiman untuk inovasi pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pertanian-peternakan, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari untuk transformasi digital pariwisata dan pertanian, serta Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai tokoh pembangunan dan konektivitas daerah.
Dari luar Sulawesi Selatan, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang menerima penghargaan sebagai tokoh berdarah Sulsel yang sukses memimpin di perantauan.
Penerima lainnya meliputi Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan lansia, Bupati Luwu Patahudding untuk kepedulian terhadap kesehatan dan pertanian, Bupati Wajo Andi Rosman atas inovasi pembiayaan sektor pangan, serta Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali untuk pelayanan publik dan ekonomi kerakyatan.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan pimpinan lembaga. Mereka antara lain Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin sebagai tokoh peduli wartawan profesional, Ketua PB PSTI Surianto AM dalam pengembangan sepak takraw Indonesia, ulama Mansur Makmur La Taro atas kepedulian terhadap pendidikan, serta Direktur Utama PT Hens Gemilang Motor Sejahtera Hengki Rachmat Jaya Soetioso dalam kategori inovator pembangunan daerah dan UMKM.
Nama lainnya yang menerima penghargaan ialah Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras, Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel Najmuddin, Staf Khusus Menteri Agama RI Bunyamin Yapid, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar Andi Aslinda, Direktur Utama Bank Sulselbar Yulis Suandi, serta Ketua DPD GPEI Sulselbar Arief R. Pabettingi.
Pada sektor korporasi dan perbankan, PWI Sulsel memberikan penghargaan kepada Bank Mandiri Regional X Sulawesi Maluku dalam kategori inovasi perbankan digital.
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I juga menerima penghargaan terkait keberlanjutan dan publikasi media dalam mengurangi dampak sosial program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sementara itu, PT Masmendo Dwi Area memperoleh penghargaan sebagai mitra strategis penguatan profesionalisme insan pers daerah.
Pelantikan dan penganugerahan tersebut menandai dimulainya masa kerja kepengurusan PWI Sulsel yang baru. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan komitmen profesionalisme, regenerasi, dan adaptasi digital ke dalam program nyata yang memperkuat kualitas wartawan serta keberlanjutan perusahaan pers di Sulawesi Selatan.
Editor : Tim Redaksi









