BANTAENG,PO -UPT Puskesmas Labbo melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) terhadap kasus suspek campak di RSUD Anwar Makkatutu, Kabupaten Bantaeng, Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk memutus rantai penularan penyakit menular, khususnya campak.
Pasien yang diperiksa berinisial RA, usia 2 tahun 6 bulan, warga Katabung, Desa Pattaneteang. Berdasarkan hasil penelusuran petugas, diketahui bahwa pasien tidak memiliki riwayat imunisasi campak dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Petugas Surveilans dan Bidan Desa Pattaneteang UPT Puskesmas Labbo. Selain melakukan penelusuran riwayat penyakit dan kontak erat, petugas juga memberikan edukasi kepada keluarga pasien mengenai Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), khususnya campak.
Edukasi difokuskan pada pentingnya imunisasi sebagai perlindungan utama bagi anak, serta cara mencegah penularan penyakit menular di lingkungan keluarga dan sekitar tempat tinggal pasien.
Petugas menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua dalam memastikan anak memperoleh imunisasi lengkap menjadi kunci utama pencegahan.
“Kami tidak hanya melakukan penyelidikan kasus, tetapi juga memberikan pemahaman kepada keluarga tentang pentingnya imunisasi dan perilaku hidup bersih serta sehat. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkap salah satu petugas di lokasi.
Melalui kegiatan ini, UPT Puskesmas Labbo berharap masyarakat semakin sadar bahwa imunisasi bukan hanya melindungi satu anak, tetapi juga melindungi lingkungan sekitar dari risiko wabah penyakit menular.
Puskesmas Labbo juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika terdapat anak dengan gejala demam disertai ruam merah, serta memastikan balita mendapatkan imunisasi sesuai jadwal di fasilitas kesehatan terdekat.
Abhy








