Maros,PO – Titik jatuh pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di Sulawesi Selatan akhirnya berhasil diidentifikasi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, dengan 11 orang berada di dalam pesawat.
TNI Angkatan Udara langsung mengerahkan tim penyelamat gabungan untuk melakukan proses evakuasi setelah lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dipastikan berada di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, I Nyoman Suadnyana, menyampaikan bahwa pengerahan personel dilakukan melalui jalur udara dan darat untuk mempercepat penanganan di lokasi yang memiliki medan sulit.

“TNI AU segera menurunkan lima prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat dan satu personel Basarnas menggunakan helikopter H225M Caracal ke lokasi,” ujar Nyoman dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Selain tim udara, TNI AU juga mengirimkan tim darat yang melibatkan personel Lanud Sultan Hasanuddin, Yon Parako 473 Korpasgat, serta Yon Arhanud 23 Korpasgat. Tim tersebut akan bergabung dengan unsur SAR lainnya dan masyarakat setempat dalam upaya pencarian serta evakuasi.
“Tim darat tersebut akan bergabung dengan unsur SAR lainnya serta masyarakat setempat untuk memperkuat upaya pencarian dan evakuasi,” jelasnya.
Pesawat ATR 42-500 tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, saat melintas di wilayah Kabupaten Maros. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, telah mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut membawa 11 orang saat komunikasi terputus.
Proses evakuasi masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI AU dan Basarnas, guna memastikan penanganan lanjutan terhadap insiden jatuhnya pesawat tersebut.(**)
Rdk








