iklan Promo

Kasus Campak Masih Tinggi, Puskesmas Baruga Perkuat “Maraton” Imunisasi dan Surveilans

Bantaeng,PO — UPT Puskesmas Baruga menggelar Laporan Pagi berupa pemaparan koordinasi imunisasi (Korim) dan surveilans, sebagai tindak lanjut dari pertemuan evaluasi penanganan kasus campak, yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Baruga. Kamis, 15 Januari 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri 18 peserta, terdiri dari Tim Imunisasi, Tim Surveilans, Tim Promosi Kesehatan (Promkes), Tim Kesehatan Lingkungan (Kesling), Tim Gizi, serta penanggung jawab Pustu dan Poskesdes. Fokus utama pembahasan adalah tingginya kasus campak yang masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Baruga.

Dari hasil evaluasi, pertemuan menyimpulkan beberapa persoalan utama, di antaranya:

• Empat desa di wilayah kerja Puskesmas Baruga belum mencapai status UCI (Universal Child Immunization).

• IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) masih tinggi/tidak tuntas.

• Kerja sama lintas sektor (linsek) masih rendah.

• Partisipasi kader dan tim desa belum optimal.

Menanggapi kondisi tersebut, Puskesmas
Baruga menetapkan rencana kerja tindak lanjut sebagai langkah percepatan penanganan, meliputi:

Peningkatan kejar imunisasi dengan target capaian dalam waktu satu minggu.

• Penguatan Penyelidikan Epidemiologi (PE) terhadap kasus campak.

• Optimalisasi KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) dengan memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia.

• Menggalang kembali kerja sama lintas sektor.

• Pemetaan ulang lokus dan sasaran imunisasi.

Kepala UPT Puskesmas Baruga, Hj. Andi Nurwahidah, SKM., M.Kes, menegaskan bahwa hasil evaluasi ini menjadi dasar penting untuk mempercepat penurunan kasus campak di wilayahnya.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kejar imunisasi, surveilans yang kuat, serta dukungan lintas sektor dan kader adalah kunci. Karena itu, tindak lanjut ini kami fokuskan agar dalam waktu singkat ada perubahan nyata di lapangan,” tegas Hj. Andi Nurwahidah.

Ia juga menekankan bahwa seluruh tim puskesmas telah diarahkan untuk lebih aktif turun ke masyarakat, khususnya di desa-desa yang belum mencapai UCI.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, H. Iwan Setiawan, memberikan apresiasi atas langkah cepat dan evaluasi internal yang dilakukan Puskesmas Baruga.

“Kami mengapresiasi Puskesmas Baruga yang secara terbuka melakukan evaluasi dan menyusun rencana tindak lanjut yang jelas. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam menekan kasus campak dan melindungi kesehatan anak-anak di wilayahnya,” ujar Iwan Setiawan.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng akan terus mendorong penguatan koordinasi lintas sektor serta peningkatan peran kader desa agar program imunisasi berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui langkah evaluatif dan tindak lanjut ini, Puskesmas Baruga berharap upaya pencegahan campak dapat berjalan lebih optimal dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Abhy