JENEPONTO – Nasib malang dialami seorang bayi berusia 8 bulan.Bayi itu diketahui bernama King Abd Soleh. Ia tinggal di kampung Bulloe, Desa Bontomatene, Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Ia tewas terpanggang bersama kedua orangtuanya Yusuf Dg Tompo dan Armidamayanti Dg Kebo serta tiga orang lain yang merupakan satu keluarga.
Diketahui, ibu bayi itu bekerja sebagai salah satu perawat di puskesmas. Sedangkan, sang ayah adalah seorang pendamping desa.
Rumah yang ditinggali bayi tersebut hangus terbakar pada pukul 23.45 wita, Selasa, 26 Januari 2021, disaat mata sudah terpejam.
Setelah kondisi rumah rata dengan tanah, petugas damkar dibantu oleh warga setempat melakukan pencarian terhadap korban.
Dimana saat peristiwa kebakaran terjadi, warga setempat merasa panik, dan khawatir sebab 6 korban yang tinggal di rumah itu tak kelihatan batang hidungnya.
Wargapun kemudian menyebut-menyebut bahwa se-keluarga itu sudah hangus terbakar bersama seisi rumahnya.
Satu persatu jenazah korban pun mulai ditemukan. Saat ditemukan kondisi tubuhnya sudah gosong dan kulitnya sudah lengket di sisa meterial.
Beberapa menit kemudian, warga berhasil menemukan sang bayi terpanggang dipelukan sang ayah dan ibu. Kondisinya sudah mengenaskan.
Ketiganya di temukan warga di kamar sebelah kiri tepatnya di
perkarangan dapur.
Isak tangis pun mewarnai lokasi kejadian itu setelah mendengar kabar bahwa sekeluarga tersebut ikut terbakar.
Tak ada suara yang elok di dengar di lokasi itu melainkan hanya suara tangisan dari warga setempat dan sanak korban.
Salah seorang keluarga korban bernama M Iksan (37) mengatakan, bayi yang berusia 8 bulan itu hangus terpanggang. Saat ini, jenazahnya sudah dibawa ke RSUD Jeneponto untuk dilakukan autopsi.
“Ada enam orang termasuk itu bayi yang 8 bulan,” ujarnya saat ditemui awak media di RSUD Jeneponto, Rabu, 27 Januari 2021.
Dia menjelaskan, bahwa bayi itu ditemukan hangus terbakar dipelukan sang ayah dan ibunya.
“Waktu didapat tiga orang berpelukan,” ungkapnya.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait motif kejadian ini.(*)
