JAKARTA,PO — Pemerintah resmi memulai program “Istana untuk Anak Sekolah” sebagai upaya mendekatkan generasi muda dengan dunia pemerintahan dan proses pengambilan kebijakan negara.
“Pagi ini, atas instruksi Bapak Presiden, kita mulai program Istana untuk Anak Sekolah dan membuka pintu bagi generasi penerus bangsa,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan pers di Halaman Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Selasa 7 April 2026.

Melalui program ini, para pelajar diajak melihat langsung ruang-ruang strategis yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan kenegaraan, termasuk tempat perumusan dan pengambilan kebijakan penting. Pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman, rasa memiliki, serta memantik cita-cita besar generasi muda terhadap masa depan bangsa.
Siswa-siswi SMKN 19 Jakarta menjadi kelompok pertama yang mengikuti program ini. Sebelum berkeliling Istana, para siswa terlebih dahulu mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab di Kantor Sekretariat Kabinet.
“Tadi kita diskusi dan tanya jawab, kemudian kita ajak keliling, kita kenalkan sejarah bangsa dan konsep pemerintahan. Kita ajak mereka melihat langsung tempat-tempat di mana keputusan besar bangsa ini diambil, agar mereka memiliki keinginan untuk bercita-cita setinggi mungkin untuk bangsa ini,” jelas Seskab.
Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar Presiden dalam berinvestasi pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.

Program “Istana untuk Anak Sekolah” juga sejalan dengan berbagai kebijakan prioritas pemerintah di sektor pendidikan, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), renovasi fasilitas sekolah termasuk sanitasi, penyediaan TV pembelajaran digital, peningkatan kesejahteraan guru, hingga dukungan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Ke depan, program ini akan diperluas ke seluruh kompleks istana kepresidenan di Indonesia. Pemerintah pun membuka peluang bagi sekolah-sekolah dari berbagai daerah untuk ikut serta dalam kegiatan edukatif tersebut.
“Kegiatan ini tidak hanya di Istana Merdeka dan Istana Negara, tetapi juga di seluruh istana kepresidenan di Indonesia. Kita memiliki delapan istana, dan semuanya akan kita buka untuk anak sekolah,” pungkas Teddy Indra Wijaya.
-TIW-
Seskab








