Bantaeng,PO —UPT Puskesmas Lasepang menggelar kegiatan pembekalan dan evaluasi pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan berbasis pangan lokal di Aula Pertemuan UPT Puskesmas Lasepang, Rabu (2/4/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala UPT Puskesmas Lasepang, Akbar Arfa, SKM., MM, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader dalam mendukung keberhasilan program perbaikan gizi di masyarakat.
“Program PMT berbasis pangan lokal ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil, sekaligus mencegah stunting di wilayah kerja kami,” ujarnya.
Materi kegiatan disampaikan oleh narasumber dari UPT Gizi Terpadu, Ninuk Suhartinah, SKM, yang memberikan penguatan terkait pelaksanaan PMT berbasis bahan pangan lokal serta strategi pendampingan kepada sasaran.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita gizi kurang dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) melalui pemberian makanan bergizi berbasis bahan pangan setempat, sekaligus mendorong upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Lasepang.
Sebanyak 54 kader posyandu menghadiri kegiatan tersebut. Selain mendapatkan pembekalan, para kader juga mengikuti penyegaran pelatihan terkait cara penimbangan dan pengukuran yang benar sebagai bekal dalam melakukan pendampingan kepada sasaran program PMT.
Dalam kegiatan ini juga ditekankan pentingnya memastikan makanan tambahan benar-benar sampai dan dikonsumsi oleh sasaran, serta kewajiban kader untuk melaporkan perkembangan kondisi penerima manfaat secara berkala.
Kegiatan ini turut melibatkan petugas gizi, di antaranya Subaedah Fitrah, S.Sit selaku penanggung jawab gizi, Yuliani Maulidya, S.Tr.Gz, serta Nurhidayah, A.Md.Keb sebagai kader pendamping gizi.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Lasepang berharap peran kader semakin optimal dalam mendukung program perbaikan gizi, sehingga upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Abhy








