SINJAI,PO – Aktivitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai mengalami peningkatan signifikan pada hari pertama pelayanan setelah cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Berdasarkan data sistem informasi rumah sakit, jumlah kunjungan pasien di instalasi rawat jalan hari ini menembus angka 319 orang, meningkat tajam dari rata-rata harian normal yang biasanya berkisar di angka 250 pasien.
Selain lonjakan di rawat jalan, data pasien rawat inap per hari ini tercatat sebanyak 116 pasien. Sementara itu, untuk layanan kegawatdaruratan, tercatat sebanyak 9 pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan 3 orang pasien di layanan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif).



Berdasarkan pantauan di lokasi, konsentrasi pasien terbanyak berada di Poli Jantung, disusul oleh Poli Saraf dan Poli Interna (Penyakit Dalam). Kondisi serupa juga terlihat di area apotek dan poli lainnya seperti THT yang terpantau cukup padat.
Direktur RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pasien ini merupakan fenomena umum yang terjadi setiap tahun setelah libur panjang.
“Kami memang mencatat adanya kenaikan volume pasien rawat jalan hingga 319 orang hari ini. Namun, seluruh jajaran medis dan non-medis sudah kami instruksikan untuk tetap siaga memberikan pelayanan prima. Fokus utama kami adalah memastikan tidak terjadi penumpukan antrean yang berlebihan sehingga kenyamanan pasien tetap terjaga,” ujar dr. Kahar.
Lebih lanjut, dr. Kahar menjelaskan bahwa keluhan pasien di IGD didominasi oleh penyakit seperti gastritis, diare, dan dispepsia, yang erat kaitannya dengan perubahan pola makan selama hari raya.
“Kenaikan ini didominasi oleh keluhan kesehatan yang berkaitan dengan metabolisme dan kelelahan fisik. Oleh karena itu, kami telah memastikan ketersediaan obat-obatan serta kesiapan ruang perawatan dalam kondisi yang sangat mencukupi untuk mengantisipasi dinamika kunjungan ini,” tambahnya.
Meski terjadi lonjakan beban kerja tenaga medis, secara keseluruhan layanan di RSUD Sinjai terpantau tetap stabil dan berjalan normal. Pihak manajemen menjamin bahwa kesiapan sarana dan prasarana yang ada mampu mengakomodasi kebutuhan medis masyarakat yang meningkat pasca-lebaran.
Laporan: ilham Hs








