iklan Promo
News, Ragam  

K-apel Hadirkan Pelajaran Praktis: Anak-anak Buat Coklat di Tengah Hujan

MAKASSAR,PO – Suasana Ramadhan ke 18 yang diguyur hujan deras disertai angin kencang tidak menyurutkan semangat belajar anak-anak di Kampus Lorong Komunitas Anak Pelangi (K-apel). Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, puluhan anak tetap datang mengikuti kegiatan edukasi kreatif yang digelar bersama pelaku usaha lokal, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan owner Pabrik Mulkan Mimba’un yang dikenal dengan produk tempe dan oleh-oleh khas Makassar, serta pengelola Roti Daeng dan Ulu Juku, Ibu Osy Askar. Dalam kesempatan itu, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan membuat coklat dari bahan dasar hingga menjadi produk yang siap dinikmati.

Suasana belajar berlangsung dengan penuh antusias. Meski hujan turun deras di luar lorong, anak-anak terlihat bersemangat mengikuti setiap tahapan pembuatan coklat yang dipandu langsung oleh Ibu Osy. Tangan-tangan kecil mereka sibuk mencampur bahan, mencetak coklat, hingga menata hasilnya dengan penuh rasa bangga.

 

Menurut Ibu Osy Askar, kegiatan ini sengaja dirancang agar anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga mengenal keterampilan praktis yang bisa menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan sejak dini.

“Anak-anak perlu dikenalkan pada keterampilan hidup. Belajar membuat coklat ini bukan sebatas bermain, tetapi melatih kreativitas, ketelitian, dan menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka juga bisa menghasilkan sesuatu dari tangan mereka sendiri,” ujar Ibu Osy.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat membuka wawasan anak-anak tentang dunia usaha dan memberi inspirasi bahwa peluang usaha bisa dimulai dari hal-hal sederhana.

Sementara itu, Founder Komunitas Anak Pelangi (K-apel), Rahman Rumaday, menyampaikan bahwa Kampus Lorong K-apel memang dirancang sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak di lorong agar mereka memiliki kesempatan berkembang melalui berbagai kegiatan literasi dan keterampilan.

“Kami ingin anak-anak di lorong memiliki mimpi yang besar. Kampus Lorong K-apel ini bukan sebatas tempat belajar membaca, tetapi juga ruang untuk belajar keterampilan hidup, kreativitas, dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi dengan pelaku usaha seperti yang dilakukan bersama Ibu Osy merupakan bagian dari upaya memperkenalkan anak-anak pada dunia kewirausahaan secara sederhana namun bermakna.