Bantaeng,PO — Upaya pencegahan penyakit campak di Kabupaten Bantaeng terus digencarkan. Kali ini, tim dari masing-masing puskesmas yang dipandu langsung oleh kepala puskesmasnya turun serentak memberikan sosialisasi kepada jamaah salat tarawih pada Senin malam (2/3/2026).
Gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng untuk memperluas jangkauan edukasi, menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap isu campak yang ramai diperbincangkan belakangan ini.
Usai pelaksanaan salat tarawih atau seusai sholat Isya, petugas kesehatan diberikan waktu untuk menyampaikan edukasi singkat terkait gejala campak, cara penularan, serta pentingnya imunisasi sebagai perlindungan utama bagi anak. Pendekatan ini dinilai efektif karena menyentuh masyarakat secara langsung dalam suasana yang hangat dan kekeluargaan.



Adapun puskesmas dan lokasi masjid yang menjadi titik sosialisasi, yakni:
UPT Puskesmas Kota di Masjid Syekh Andul Gani, Kelurahan Pallantikang.
UPT Puskesmas Loka di Masjid Nurul Qalbi, Dusun Bangkeng Bonto, Desa Bonto Lojong.
UPT Puskesmas Sinoa di Masjid Nurul Tahara, Dusun Tombolo Eja.
UPT Puskesmas Pa’bentengang di Masjid Nurul Amin, Dusun Parang, Desa Pa’bentengang.
UPT Puskesmas Ulugalung di Masjid Nurul Qalam, Pullaweng, Desa Ulugalung.
UPT Puskesmas Lasepang di Masjid Nur Rahman, Jalan Sungai Bialo.
UPT Puskesmas Kassi-Kassi di Masjid Nurul Mu’min, Tonro Kassi, Desa Rappoa.
UPT Puskesmas Campagaloe di Masjid Nurul Iman, Pundingin.
UPTD Puskesmas Bissappu di Masjid Nurul Ikhwan, BTN Sasayya.
UPT Puskesmas Baruga di Masjid Jami Rahman, Desa Borongloe.
UPT Puskesmas Labbo di Masjid Nurul Muttaqin Ra’ra, Kelurahan Banyorang.
UPT Puskesmas Moti di Masjid Nurul Ikhsan.
UPT Puskesmas Dampang di Masjid Nurul Taqwa, Kelurahan Gantarangkeke.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng menegaskan bahwa momentum Ramadan menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat literasi kesehatan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat bangkit bersama melawan campak. Edukasi harus sampai langsung ke masyarakat, dan masjid menjadi ruang yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan kesehatan,” ujarnya.
Respons jamaah pun positif. Salah satu perwakilan jamaah tarawih mengaku bersyukur mendapatkan penjelasan langsung dari petugas kesehatan.
“Alhamdulillah, setelah tarawih kami mendapat penjelasan yang jelas tentang campak. Selama ini banyak informasi di media sosial yang membuat kami bingung. Dengan penjelasan ini, kami jadi lebih tenang dan tahu apa yang harus dilakukan,” tuturnya.
Ia menambahkan, para orang tua di lingkungannya akan lebih terdorong memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi lengkap.
Gerakan serentak ini menjadi gambaran kuat bahwa upaya pencegahan penyakit tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga menyentuh ruang-ruang sosial dan spiritual masyarakat. Dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, Bantaeng diharapkan semakin siap dan bangkit menghadapi ancaman penyakit menular.








