Bantaeng,PO- UPT Puskesmas Labbo bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan kasus campak dengan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan edukasi langsung kepada keluarga pasien di RSUD Banyorang, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Surveilans dan Promosi Kesehatan (Promkes) sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit menular yang berpotensi menyerang anak-anak dan kelompok rentan.
Kepala UPT Puskesmas Labbo, dr. Annisa Virayanty, menjelaskan bahwa langkah cepat dilakukan untuk memastikan kasus tidak berkembang menjadi penularan luas di masyarakat.

“Begitu kami menerima laporan adanya suspek campak, tim langsung turun melakukan pelacakan sumber penularan, mengidentifikasi kontak erat, serta memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang pencegahan penularan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penelusuran riwayat kontak pasien, memetakan potensi penularan, sekaligus memberikan pemahaman kepada keluarga tentang pentingnya isolasi sementara, menjaga kebersihan, serta segera memeriksakan diri jika muncul gejala serupa.
Menurut dr. Annisa, edukasi menjadi bagian penting dari penanganan kasus penyakit menular, karena keberhasilan pengendalian tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga pada kesadaran keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kami ingin masyarakat tidak panik, tapi tetap waspada. Campak bisa dicegah dengan imunisasi lengkap dan perilaku hidup bersih. Peran keluarga sangat penting untuk memutus rantai penularan,” tambahnya.
Langkah PE ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Puskesmas Labbo dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit menular, khususnya di wilayah kerjanya.
Pihak puskesmas juga mengimbau masyarakat agar segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika menemukan gejala demam disertai ruam kemerahan pada kulit, terutama pada anak-anak.
Abhy








