BANTAENG,PO — Dalam satu tahun pemerintahan Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin dan Wakil Bupati Bantaeng Sahabuddin, sektor kesehatan menunjukkan kemajuan yang nyata. Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng mencatat berbagai capaian strategis yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Seluruh 12 Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan berhasil dipenuhi dengan capaian 100 persen secara riil. Capaian ini menandai terpenuhinya hak dasar masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang layak dan merata.
Penguatan layanan juga diwujudkan melalui peningkatan sarana dan prasarana puskesmas. Sepanjang tahun berjalan, dilakukan pengadaan 13 unit medical cold storage, 13 unit instalasi pengelolaan air limbah, 1 unit meja operasi, 25 unit tempat tidur pasien, 6 unit transport stretcher, serta 26 unit Posyandu Kit guna menunjang pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga ke tingkat desa.
Pada level program prioritas daerah, Dinas Kesehatan turut menggerakkan inovasi PESTA PORA (Petani Sehat, Bangkit, Produktif, dan Sejahtera) yang telah melayani 7.523 petani. Program ini dirancang untuk memastikan kelompok pekerja sektor pertanian tetap sehat agar produktivitas mereka terjaga.

Sementara untuk mendukung program prioritas nasional, layanan Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 35.342 orang. Selain itu, sebanyak 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) guna menjamin keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. H. Andi Iksan, menuturkan bahwa capaian tersebut lahir dari kerja bersama seluruh unsur kesehatan di daerah.
“Kami menyadari bahwa angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada wajah masyarakat yang harus terlayani dengan baik. Capaian ini adalah hasil kerja kolektif tenaga kesehatan di puskesmas, posyandu, dan dukungan penuh pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perhatian dan arahan Bupati serta Wakil Bupati menjadi energi moral bagi jajaran Dinas Kesehatan untuk terus berinovasi.
“Dukungan pimpinan daerah membuat kami semakin yakin bahwa pelayanan kesehatan harus terus bergerak lebih dekat ke masyarakat, lebih cepat, dan lebih manusiawi,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, H. Iwan Setiawan, menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perencanaan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Kami menyusun program dengan melihat langsung persoalan di lapangan. Karena itu, capaian 100 persen indikator SPM bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal untuk memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya.
Menurutnya, berbagai penghargaan yang diraih menjadi motivasi untuk menjaga kualitas layanan.
“Penghargaan penting, tapi yang jauh lebih penting adalah kepercayaan masyarakat. Ketika warga merasa dilayani dengan baik, di situlah makna sesungguhnya dari pembangunan kesehatan,” tutupnya.
Selain capaian program, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng juga menorehkan sejumlah prestasi tingkat nasional sepanjang tahun 2025. Di antaranya, penghargaan dari Menteri PANRB sebagai Top Inovasi OPSI KIPP 2025 melalui inovasi Peduli Kasi Puskesmas Loka, serta Diamond Award Indonesia Healthcare Innovation Award 2025 lewat inovasi SKUAD Sehat Puskesmas Kota.
Penghargaan lainnya meliputi apresiasi dari Kementerian Kesehatan sebagai daerah dengan PMT Lokal terbaik Regional II, kabupaten dengan capaian target Discarded Rate (bukan campak-bukan rubella) lebih dari 2 per 100.000 penduduk, serta sebagai daerah dengan pemetaan risiko Penyakit Infeksi Emerging (PIE) terbaik dan kelengkapan dokumen rekomendasi pemetaan risiko PIE 100 persen tahun 2025.
Di bidang percepatan penurunan stunting, Bantaeng juga memperoleh penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai kabupaten berkinerja baik. Sementara dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kabupaten Bantaeng menerima UHC Award Kategori Madya atas komitmen dalam menjamin pembiayaan kesehatan masyarakat.
Capaian tersebut menjadi potret satu tahun kerja pemerintahan daerah dalam menempatkan kesehatan sebagai fondasi pembangunan. Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap upaya ini terus berlanjut agar masyarakat hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera.
Abhy








