BANTAENG,PO — Komitmen menjaga kesehatan anak terus diperkuat melalui Bulan Pemberian Vitamin A dan Obat Cacing yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Baruga di Posyandu Beringin, Desa Pajukukang, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar membagikan vitamin dan obat cacing, tetapi juga terintegrasi dengan inovasi Bendera SASKIA (Sistem Aksi Skrining Kesehatan Ibu dan Anak), sebuah program khas Kabupaten Bantaeng yang digunakan sebagai media visual untuk memantau kondisi kesehatan dan status gizi balita di setiap wilayah posyandu.
Melalui Bendera SASKIA, setiap anak diklasifikasikan berdasarkan hasil pemantauan pertumbuhan dan kesehatannya. Warna bendera menjadi penanda kondisi balita, mulai dari sehat, berisiko, hingga membutuhkan perhatian khusus. Sistem ini memudahkan kader dan tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan berkelanjutan serta intervensi cepat jika ditemukan masalah gizi atau kesehatan.
Petugas gizi bersama tenaga Filca turun langsung memberikan Vitamin A dan obat cacing kepada anak-anak sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan penglihatan, penurunan daya tahan tubuh, serta infeksi cacing yang dapat menghambat pertumbuhan.
“Dengan Bendera SASKIA, kami tidak hanya memberi vitamin, tapi juga memastikan setiap anak terpantau secara berkelanjutan. Jika ada yang berisiko, langsung kami tindak lanjuti,” ujar salah satu petugas gizi Puskesmas Baruga di sela kegiatan.
Para orang tua tampak antusias membawa anak mereka ke posyandu. Bagi mereka, kehadiran petugas kesehatan dan sistem pemantauan yang jelas memberi rasa aman bahwa tumbuh kembang anak tidak luput dari perhatian.
“Kalau ada tanda bahaya, cepat ketahuan. Kami jadi lebih tenang karena anak kami dipantau,” tutur salah seorang ibu balita.
Program ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Bantaeng dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini. Dengan menggabungkan intervensi gizi langsung dan sistem pemantauan visual seperti Bendera SASKIA, pelayanan posyandu tidak lagi sekadar rutinitas, tetapi berubah menjadi pusat deteksi dini masalah kesehatan anak.
Melalui kegiatan ini, UPT Puskesmas Baruga menegaskan bahwa upaya pencegahan gizi buruk tidak bisa ditunda, karena masa depan anak-anak Bantaeng ditentukan sejak hari ini.
Kepala Puskesmas Baruga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program rutin, melainkan bagian dari sistem perlindungan dini terhadap anak.
“Bendera SASKIA membantu kami melihat kondisi anak-anak secara cepat dan jelas. Dengan begitu, pemberian vitamin dan obat cacing tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pemantauan berkelanjutan agar tidak ada anak yang luput dari perhatian,” ujar Kepala Puskesmas Baruga.
Abhy








