BANTAENG,PO — Upaya menjaga kesehatan para petani terus diperkuat melalui program PESTAPORA (Petani Sehat, Bangkit, Produktif dan Sejahtera) yang digelar UPT Puskesmas Kassi-Kassi di Kantor Desa Biangloe, Rabu (11/2/2026) kemarin.
Kegiatan ini menyasar pekerja informal, khususnya petani dan penerima BLT Desa Biangloe, dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) agar produktivitas kerja mereka tetap terjaga.
Sebanyak 88 orang petani mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi edukasi kesehatan kerja, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Dari hasil skrining, ditemukan 4 orang dengan kadar GDS di atas 200 mg/dL dan 16 orang dengan tekanan darah di atas 140 mmHg.
Kepala Puskesmas Kassi-Kassi, Bd. Marwanty, mengatakan bahwa temuan ini menjadi sinyal penting perlunya perhatian serius terhadap kesehatan petani yang selama ini lebih fokus pada pekerjaan daripada kondisi tubuhnya.
“Petani adalah tulang punggung pangan kita. Kalau mereka sakit, produktivitas menurun. Karena itu, deteksi dini ini penting agar penyakit tidak menular bisa dikendalikan sejak awal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain pemeriksaan, peserta juga diberikan edukasi tentang pola hidup sehat, pengaturan makan, serta pentingnya istirahat yang cukup di sela aktivitas bertani.
Kegiatan ini melibatkan tim lintas program yang terdiri dari tenaga kesehatan kerja (Kesker), kesehatan lingkungan (Kesling), perawat, promosi kesehatan (Promkes), bidan desa, bidan dusun, surveilans, penanggung jawab thypoid, penanggung jawab diare, serta analis teknologi laboratorium medis (ATLM).
Para petani mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis di desa mereka. Selain menghemat biaya, mereka juga bisa mengetahui kondisi kesehatan secara langsung tanpa harus meninggalkan pekerjaan terlalu lama.
Melalui program PESTAPORA ini, Puskesmas Kassi-Kassi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mendorong para petani agar tetap sehat, bangkit, dan produktif demi keberlanjutan ekonomi keluarga dan desa.
Abhy








