BANTAENG, PO – Semangat Bantaeng Bangkit diwujudkan nyata oleh BLUD UPTD Puskesmas Baruga melalui aksi jemput dan antar balita serta ibu hamil bermasalah gizi ke UPT Gizi, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini menyasar wilayah Desa Baruga, Desa Papanloe, Desa Borongloe, dan Desa Pajukukang.
Tidak menunggu pasien datang, petugas kesehatan justru turun langsung ke rumah-rumah warga. Dengan melibatkan petugas gizi, bidan desa, dan bidan dusun, Puskesmas Baruga memastikan ibu hamil dan balita yang membutuhkan penanganan gizi dapat memperoleh layanan secara cepat dan tepat.

Kepala UPTD Puskesmas Baruga, Hj. Andi Nurwahidah, SKM., M.Kes, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mendukung visi Bantaeng Bangkit melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak.



“Ini adalah wujud kepedulian kami terhadap generasi masa depan. Dengan semangat Bantaeng Bangkit, kami tidak ingin ada ibu hamil dan balita yang terhambat mendapatkan layanan gizi hanya karena keterbatasan akses,” ujar Hj. Andi Nurwahidah.
Ia menegaskan bahwa masalah gizi bukan hanya persoalan medis, tetapi juga menyangkut masa depan daerah. Karena itu, pendekatan jemput bola dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
“Kita ingin anak-anak Bantaeng tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Itulah makna bangkit yang sesungguhnya, dimulai dari keluarga dan anak-anak kita,” tambahnya.
Di UPT Gizi, para pasien mendapatkan pendampingan berupa pemeriksaan kesehatan, konseling gizi, serta pemantauan status gizi secara berkala. Petugas juga memberikan edukasi kepada orang tua agar pola makan anak dan ibu hamil sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang.
Bagi warga, layanan ini menjadi harapan baru. Tidak sedikit keluarga yang mengaku terbantu karena sebelumnya kesulitan membawa anak atau ibu hamil ke fasilitas kesehatan akibat jarak dan keterbatasan transportasi.
Melalui program ini, Puskesmas Baruga berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi semakin meningkat, sekaligus menekan angka balita gizi kurang dan ibu hamil berisiko di wilayah kerjanya.
Kegiatan jemput dan antar pasien gizi ini menjadi bukti bahwa semangat Bantaeng Bangkit tidak hanya slogan, tetapi hadir nyata dalam pelayanan kesehatan yang lebih dekat, peduli, dan berpihak pada masyarakat kecil.
Abhy








