BANTAENG,PO- UPT Puskesmas Dampang melaksanakan kegiatan Pemantauan dan Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pesantren Ihya Ulumiddin Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, pada Rabu, 28 Januari 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT Puskesmas Dampang, Rini Darmayanti, SKM., M.Kes, bersama tim Promkes Puskesmas Dampang, Humas, serta Tim Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng.
Suasana pesantren tampak berbeda dari
biasanya. Para santri berkumpul dengan penuh perhatian mengikuti edukasi kesehatan yang disampaikan petugas.




Mereka diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta memilih makanan yang aman dan sehat.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan edukasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Santri diingatkan pentingnya memastikan tidak memiliki alergi terhadap makanan yang disajikan oleh SPPG agar konsumsi makanan bergizi tetap aman bagi kesehatan.
Selain itu, tim kesehatan melakukan pembinaan terhadap pengelolaan sarana kebersihan di lingkungan pesantren. Ditemukan masih adanya tempat sampah yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga menjadi bahan evaluasi bersama untuk perbaikan ke depan.
Kepala UPT Puskesmas Dampang, Rini Darmayanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan santri sebagai generasi masa depan.
“Santri tidak hanya perlu sehat secara spiritual, tetapi juga kuat secara fisik. Dengan PHBS, mereka belajar menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan memahami pentingnya makanan sehat untuk menunjang aktivitas belajar,” ujarnya.
Pihak Pesantren Ihya Ulumiddin Tombolo menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada tim Puskesmas Dampang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan dari Puskesmas Dampang. Anak-anak kami mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat tentang kesehatan, kebersihan, dan pola hidup sehat. Ini sangat membantu kami dalam membina santri sehari-hari di lingkungan pesantren,” ujar perwakilan pesantren.
Ia menambahkan bahwa edukasi semacam ini penting karena santri tinggal di lingkungan asrama, sehingga kebiasaan hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sejak dini.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Karena menjaga kesehatan santri berarti menjaga masa depan mereka,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan
santri tentang PHBS semakin meningkat, kesadaran menjaga lingkungan tumbuh, serta pesantren menjadi lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan aman bagi seluruh penghuninya.
Abhy








