BANTAENG,PO – Di balik dinding ruang perawatan lantai 6 RS Anwar Makkatutu, Rabu (21/1/2026), perhatian dan kepedulian tenaga kesehatan terus mengalir bagi pasien yang tengah berjuang melawan penyakit campak (morbili).
UPT Puskesmas Kota turun langsung melakukan pemantauan pasien campak yang berasal dari wilayah kerjanya. Kegiatan ini dilakukan oleh petugas P2 Campak bersama Kesehatan Lingkungan (Kesling) sebagai bagian dari upaya memastikan pasien mendapatkan perawatan optimal sekaligus mencegah potensi penularan lanjutan.
Dari hasil pemantauan, tercatat dua pasien masih menjalani perawatan dengan kondisi lemas namun stabil. Sementara satu pasien lainnya telah diperbolehkan pulang setelah menunjukkan perkembangan kesehatan yang membaik.



Kepala UPT Puskesmas Kota, dr. Nurfatmiyanti Gani, mengatakan bahwa kehadiran petugas puskesmas di rumah sakit bukan sekadar menjalankan tugas administrasi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pasien dan keluarganya.
“Kami ingin memastikan bahwa warga kami tidak merasa berjuang sendirian. Pemantauan ini penting untuk melihat perkembangan pasien sekaligus memastikan tindak lanjut setelah mereka kembali ke rumah,” ungkapnya.
Menurutnya, puskesmas juga akan melakukan edukasi kepada keluarga pasien terkait pencegahan penularan campak, termasuk pentingnya imunisasi dan menjaga kebersihan lingkungan.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, H. Iwan Setiawan. Ia menilai pemantauan langsung hingga ke rumah sakit rujukan merupakan wujud sinergi layanan kesehatan dari hulu ke hilir.
“Pendampingan seperti ini sangat penting. Puskesmas tidak hanya bertugas di wilayahnya, tetapi juga memastikan pasien yang dirujuk tetap terpantau. Ini adalah bentuk pelayanan kesehatan yang humanis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan bersama puskesmas berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya imunisasi campak sebagai langkah pencegahan, sekaligus memperkuat solidaritas antara tenaga kesehatan dan warga dalam menghadapi penyakit menular.
Abhy








