iklan Promo

Demo PDAM Bantaeng Tutup Jalan hingga Sore, Massa Desak SK Copot Direktur PDAM Tirta Eremerasa

BANTAENG,PO — Aksi unjuk rasa Pergerakan Demokrasi Aliansi Masyarakat (PDAM) Bantaeng menutup total akses jalan di depan Kantor Bupati Bantaeng hingga sore hari, Senin (19/1/2025), sebagai bentuk tekanan agar Bupati segera mencopot Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Eremerasa Bantaeng, Senin 19 Januari 2026.

Penutupan jalan berlangsung sejak siang dan baru dibuka sekitar pukul 16.40 Wita. Massa demonstrasi memarkir kendaraan dan membentangkan spanduk di badan jalan sehingga arus lalu lintas di sekitar Kantor Bupati Bantaeng lumpuh selama beberapa jam.

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari protes PDAM Bantaeng terhadap kinerja Direktur PDAM Tirta Eremerasa yang dinilai gagal menyelesaikan persoalan mendasar pelayanan air bersih, khususnya di wilayah perkotaan Bantaeng.

Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa persoalan paling krusial yang seharusnya menjadi fokus utama PDAM adalah kelancaran distribusi air bersih ke masyarakat. Namun, mereka menilai direktur justru lebih sibuk mengurusi proyek dibanding memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

“Masalah utama hari ini adalah aliran air di perkotaan tidak normal. Tapi yang kami lihat, direktur PDAM Bantaeng justru sibuk mengurusi proyek,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Diketahui Bupati Bantaeng Uji Nurdin tidak berada di tempat saat aksi berlangsung. Demonstran hanya ditemui Asisten I Bidang Pemerintahan, Arifuddin, yang menerima tuntutan secara tertulis.

Ketiadaan bupati di lokasi aksi membuat massa memilih bertahan dan menutup jalan sebagai bentuk tekanan politik. Mereka menegaskan tidak menuntut janji, melainkan keputusan konkret berupa pencopotan direktur PDAM Suwardi.

“Kami hanya ingin menyaksikan SK, agar Bupati mencopot Direktur PDAM Bantaeng,” ujar salah satu orator disambut teriakan massa.

Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian dan Satpol PP melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik alternatif.

Abhy