MAROS,PO – Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang membawa 11 orang dan dilaporkan hilang kontak akhirnya ditemukan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan proses evakuasi melibatkan TNI Angkatan Udara dan tim SAR gabungan.Lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 berhasil diidentifikasi di lereng Gunung Bulusaraung setelah tim SAR gabungan menemukan serpihan dan bagian badan pesawat di wilayah pegunungan tersebut. Pesawat sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, saat melakukan penerbangan menuju Makassar.
Menindaklanjuti temuan itu, TNI Angkatan Udara mengerahkan personel elite Korps Pasukan Gerak Cepat untuk mempercepat proses evakuasi. Kepala Dinas Penerangan TNI AU I Nyoman Suadnyana menyampaikan bahwa pengerahan awal dilakukan melalui jalur udara dan darat.
“TNI AU segera menurunkan lima prajurit Korpasgat dan satu personel Basarnas menggunakan helikopter H225M Caracal ke lokasi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.
Selain jalur udara, TNI AU juga mengerahkan tim darat yang terdiri dari personel Lanud Sultan Hasanuddin, Yon Parako 473 Korpasgat, dan Yon Arhanud 23 Korpasgat. Tim tersebut bergabung dengan unsur SAR lainnya serta masyarakat setempat untuk menembus medan berat di kawasan pegunungan.
Sementara itu, dua pendaki yang berada di puncak Gunung Bulusaraung mengaku menyaksikan langsung peristiwa jatuhnya pesawat. Reski dan Muslimin, yang tengah melakukan pendakian, melihat pesawat terbang rendah sebelum menghantam lereng gunung tidak jauh dari posisi mereka.
“Kami melihat ada pesawat yang terbang rendah dan menabrak lereng Gunung Bulusaraung, lalu meledak dan terbakar. Kejadiannya sekitar jam 1 siang,” kata Reski saat dikonfirmasi.
Menurut pengakuannya, jarak antara lokasi mereka dengan titik ledakan hanya sekitar 100 meter. Ledakan disertai api membuat keduanya terpaku, sementara serpihan pesawat disebut berhamburan di sekitar lokasi kejadian.
Reski dan Muslimin kemudian memutuskan turun gunung dan membawa sebagian serpihan pesawat yang ditemukan untuk diserahkan ke petugas di posko Gunung Bulusaraung. Serpihan tersebut selanjutnya diserahkan ke Posko Operasi SAR di Desa Tompobulu sebagai bahan identifikasi awal.
Basarnas sebelumnya mengonfirmasi pesawat ATR 42-500 tersebut membawa 11 orang saat dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih memfokuskan upaya pada proses evakuasi di lokasi jatuh pesawat dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan pegunungan yang curam.(**)
Rd








