MAKASSAR,PO – 12 Januari 2026 – Di tengah tantangan pers Indonesia yang semakin kompleks pasca-2025—mulai dari dominasi platform global hingga penurunan indeks kebebasan pers—Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) terus memperluas jaringannya ke daerah. Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kini memiliki kepengurusan FPRMI resmi untuk masa bakti 2025-2028.
Langkah ini mempererat solidaritas pemimpin redaksi media multimedia di wilayah pesisir timur Sulsel. Melalui Surat Keputusan DPD FPRMI Sulawesi Selatan Nomor 001-PD/021/FPRMI/Prov/XII/2025 yang ditetapkan di Makassar pada 26 Desember 2025, Saiful Alief Subarkah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus FPRMI Kabupaten Bulukumba.
Saiful, pegiat media lokal yang juga aktif membina olahraga melalui Liga Pelajar Indonesia, akan memimpin tim yang solid.
Ia didampingi Sufri dari Harian Upeks sebagai Sekretaris, serta Uswatun Hasana Amien sebagai Bendahara. Kepengurusan ini lahir dari musyawarah anggota setempat yang sesuai AD/ART FPRMI, dengan landasan hukum seperti UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
“Pembentukan ini bukan sekadar struktur baru, melainkan komitmen kami untuk hadir lebih dekat di akar rumput,” ujar Saiful Alief Subarkah saat dikonfirmasi Senin 12 Januari 2026.
“Di Bulukumba, kami ingin memperkuat pemberitaan berkualitas yang mendukung pembangunan daerah, literasi media, serta melindungi kebebasan pers di tengah banjir informasi digital.
“Ketua DPD FPRMI Sulsel, Surianda Panambai—yang menandatangani SK bersama Sekretaris Muh Iksan—menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan visi nasional FPRMI. Organisasi di bawah pimpinan Ketua Umum Bernadus Wilson Lumi ini aktif dalam program seperti Pemred Sahabat Desa bersama Kemendes PDTT, Pena Emas Award, dan Pimred Award—yang baru saja menghargai tokoh seperti Panglima TNI—untuk memperkuat peran pers sebagai mitra pembangunan dan penjaga demokrasi.
Bagi Saiful Alief Subarkah, perjalanan ini penuh makna. Sebagai sosok yang pernah menulis tentang eksistensi radio konvensional di era digital sejak 2019, ia memahami perjuangan media lokal. Kini, dengan posisi barunya, ia berharap menginspirasi generasi muda Bulukumba—termasuk alumni dan pegiat olahraga yang ia dukung—untuk terlibat dalam jurnalisme profesional.
“Kami ingin FPRMI Bulukumba menjadi jembatan antara media nasional dan lokal, mendorong pemberitaan inklusif tentang wisata Tanjung Bira, budaya pinisi, hingga isu pembangunan desa,” tambahnya.
Di era tantangan jurnalisme nasional seperti KUHP baru dan dominasi algoritma—seperti tema HPN 2026: “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”—pembentukan cabang ini menjadi sinyal positif. FPRMI Bulukumba diharapkan berkontribusi pada literasi media di daerah, mengurangi disinformasi, serta mendukung ekonomi kreatif lokal Sulsel. (*)








