BANTAENG, PO— Perayaan Hari Jadi Bantaeng (HJB) ke-771 tahun bukan hanya penanda usia sejarah, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali identitas diri sebagai masyarakat Butta Toa tanah tua yang menyimpan peradaban besar dan warisan budaya yang mengakar kuat.
Dalam suasana penuh kebersamaan dan rasa bangga itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, H. Iwan Setiawan, SKM., M.Kes, turut menyampaikan ucapan selamat dan harapan untuk Bantaeng yang terus bangkit dan tumbuh menjadi daerah maju dengan masyarakat yang sehat, kuat, dan saling peduli.
Tampil mengenakan busana adat Makassar dengan Passapu merah, ia memberikan simbol penghormatan terhadap leluhur serta tekad untuk menjaga nilai siri’ na pacce—ruh masyarakat Bantaeng yang menjunjung kehormatan dan empati dalam setiap langkah.



“Selamat Hari Jadi Bantaeng ke-771. Semoga tradisi yang kita jaga hari ini menjadi cahaya untuk masa depan. Kita bangun Bantaeng dengan kebersamaan, pelayanan yang tulus, dan kepedulian untuk kesehatan seluruh warga,” ungkapnya dengan nada hangat.
Baginya, kesehatan bukan sekadar program kerja pemerintahan, tetapi bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan masa depan anak cucu tetap cerah.
“Sehat adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan untuk generasi berikutnya. Tradisi dan pelayanan yang manusiawi harus berjalan berdampingan,” tegasnya.
Tema HJB tahun ini, “Bangkit Semarak, Deru Tradisi Bantaeng,” menjadi ajakan untuk kembali menyatu, menguatkan hubungan sosial, dan menumbuhkan energi kolektif agar Bantaeng melangkah lebih jauh sebagai rumah bagi siapa saja yang mencintainya.
“Semoga Bantaeng selalu diberkahi keamanan, kesehatan, dan kebahagiaan. Semoga persaudaraan kita tetap terjaga, sebagai fondasi peradaban yang telah berumur 771 tahun,” tutupnya.
Perayaan HJB bukan sekadar pesta rakyat, melainkan peristiwa yang mengingatkan bahwa identitas besar Bantaeng lahir dari tangan-tangan warganya yang bekerja tulus dan sepenuh hati.
Kontri : Abhy








