BULUKUMBA,PO — Kisruh yang melibatkan nelayan Bulukumba kian ramai diperbincangkan di media sosial. Di tengah polemik tersebut, peran Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bulukumba dipertanyakan karena dinilai belum mampu menjadi wadah yang efektif bagi nelayan.
Sekjen Lembaga Investigasi dan Kajian Pro Rakyat (Lidik Pro), Darwis, menilai seharusnya HNSI tampil sebagai penengah. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk membela kepentingan nelayan.
“Mestinya HNSI hadir sebagai garda terdepan. Karena bagaimanapun juga HNSI adalah wadah pengimpun nelayan Bulukumba, sehingga harus menjembatani atau berkoordinasi dengan HNSI di kabupaten tetangga seperti Bantaeng,” ujar Darwis, Kamis (28/8/2025).
Ia menambahkan, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Peran HNSI bersama DPR dan pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Bulukumba, sangat dibutuhkan untuk mencari solusi atas keresahan nelayan.
“Sekarang ini HNSI dianggap mati suri. Karena itu, kami meminta Ketua HNSI DPW Sulawesi Selatan segera melakukan evaluasi terhadap kepengurusan HNSI Kabupaten Bulukumba,” tegas Darwis.