Pahlawan Covid-19 dari Bantaeng

  • Bagikan
Ilustrasi.

BANTAENG – Raut wajah dokter Sultan tak seperti biasanya, ia sedikit lesu, mungkin karena 11 tenaga kesehatan di RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu Bantaeng, Sulawesi Selatan ikut terpapar virus corona usai merawat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka, 11 tenaga kesehatan itu, pahlawan yang berjuang merawat pasien tanpa mengenal lelah.

Risiko pekerjaan, itulah yang terngiang di telinga saat tenaga kesahatan terpapar penyakit akibat pekerjaan yang dilakukannya. 11 orang itu, yakni perawat, tenaga farmasi hingga Laboran RSUD Bantaeng. Mereka terpaksa dan harus mengikuti program wisata covid di Kota Makassar.

“Mereka terpapar Covid-19 setelah memeriksa dan merawat pasien Konfirmasi Positif Covid-19,” kata dr H Sultan M.Kes, Direktur RSUD Bantaeng, Senin, 6 Juli 2020.

Minggu siang, 5 Juli 2020 sekitar pukul 14.00 WITA, sirine bersahut-sahutan, pengawalan ketat mobil bus berwarna silver mengantar 11 tenaga kesehatan itu ke Makassar.

Mereka dilepas dengan dukungan dan harapan bisa sembuh, pulih, hingga bisa beraktivitas seperti biasanya, membantu warga yang ingin berobat.

Dokter Sultan perlahan bercerita, usai tiga pasien yang dirawat dinyatakan atau terkonfirmasi positif, pihak RSUD Bantaeng sesegera melakukan penelusuran kontak. 18 karyawan mulai dari petugas medis hingga office boy harus diisolasi. Belakangan bertambah menjadi 84 karyawan yang menawarkan diri untuk pemeriksaan swab. 11 di antara mereka akhirnya dinyatakan positif.

“Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan Swab-PCR test massal pada 84 karyawan RSUD Prof. Dr. HM. Anwar Makkatutu, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, laboran, teknisi radiologi, apoteker dan beberapa tenaga kesehatan lain pada hari Rabu tanggal 1 Juli 2020 yang lalu,” kata Sultan.

BACA JUGA  Fatma Wahyuddin Harap Pemerintah Tingkatkan Layanan Persampahan

Bagi mantan Kepala Puskesmas Lasepang dan Bissappu ini, mereka layak disebut pahlawan karena walau pun mengetahui resiko penularan yang besar, mereka tetap bertekad melayani pasien di garis depan menghadapi wabah Covid-19 ini.

Kini, 11 tenaga kesehatan itu berjuang pada posisi yang berbeda, mengisolasi diri di beberapa tempat karantina di Makassar, sambil memulihkan diri agar dapat kembali kepada keluarga masing-masing dalam keadaan sehat dan bugar.

“Tetap semangat Kawan, jangan kendor, Kalianlah Pahlawan itu. Tetap berjuang, kami semua dibelakang kalian. Kami bangga pada kalian. Sampai bertemu lagi di perjuangan selanjutnya Kawan,” kata Sultan.

Langkah Gugus Tugas Bantaeng

Sore menuju senja Senin, 6 Juli 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Bantaeng melakukan jumpa pers perihal perkembangan corona virus di daerah berjuluk Bumi Butta Toa. Bupati Bantaeng, sekaligus ketua gugus tugas, Ilham Azikin di awal pertemuan membeberkan sitiasi terkini kasus virus itu.

“Ada dua kabar, pertama Good News dan kabar lainnya adalah Bad News. Kabar baiknya adalah Bantaeng berdasarkan data Pemprov Sulsel, masih dinyatakan zona hijau. Sisi lain, seiring perkembangan, minggu lalu kita rawat pasien dengan domisili luar kabupaten yang terkonfirmasi positif. Dari kasus positif itu, gugus tugas melakukan penelusuran kontak,” kata Ilham Azikin mengawali jumpa pers itu di Posko Covid-19 Bantaeng.

Juru Bicara Gugus tugas percepatan Covid-19 Bantaeng, dr Andi Ihsan melanjutkan, sejauh ini gugus tugas telah melakukan rapid test kepada 30 hasil pelacakan kontak erat 11 nakes pasien corona tersebut. Kendati hasil menunjukkan non-reaktif, namun mereka tetap dianjurkan untuk isolasi mandiri.

BACA JUGA  Raih WTP kelima, Bupati Bantaeng : Keberhasilan ini adalah Komitmen

“Per hari ini 30 rapid test dan hasilnya non reaktif, dilakukan pula pengambilam specimen swab kepada 25 sampel dan dianjurkan isolasi mandiri di rumah. Hingga saat ini kita masih tracing contact,” kata Ihsan.

Dia berharap, semua warga yang terkena kontak erat untuk ikut membantu tenaga kesehatan untuk memberikan keterangan yang akurat.

“Ini juga terkait dengan kesadaran kita semua untuk ikut saling menjaga dan melindungi,” kata dia.

Andi Ihsan juga menambahkan, tim gugus tugas sama sekali tidak memiliki niat untuk menyembunyikan informasi. Menurutnya, hal ini dilakukan sesuai dengan petunjuk tim gugus pusat.

“Mohon maaf kami sedikit telat memberikan informasi. Bukan karena kami ingin sembunyikan, tetapi karena kami menunggu konfirmasi dan registrasi tim gugus pusat,” jelas dia.

Kondisi APD

Direktur RSUD Bantaeng, dr Sultan juga membantah jika RSUD Bantaeng kecolongan sehingga ada tenaga kesehatan yang terpapar Corona. Di mengatakan, pada dasarnya kebutuhan APD untuk Nakes di Bantaeng itu jauh lebih dari cukup. Bahkan dia menyebut APD yang digunakan Nakes di Bantaeng itu adalah APD dengan tingkat keamanan level lima. “Kalau standarnya APD itu level tiga,” jelas dia.

Dia juga mengakui, saat ini RSUD Bantaeng masih menjadi rumah sakit yang diandalkan untuk wilayah selatan Sulsel. Oleh karena itu, keberadaan rumah sakit ini akan menjadi rujukan untuk warga tetangga dari luar Bantaeng.

BACA JUGA  Pj. Bupati Bone Pimpin Apel Perdana Pasca Pelantikannya

Dia menambahkan, terpaparnya Nakes di Bantaeng ini sangat erat kaitannya dengan kejujuran pasien. Tindakan yang diambil oleh Nakes tentu sangat erat kaitannya dengan keterangan yang disampaikan oleh pasien.

“Oleh karena itu, kami sangat berharap kesadaran semua pihak untuk memberikan keterangan yang jujur terhadap pasien,” jelas dia.

Dokter yang menangani Covid-19 di Bantaeng, dr Saharuddin menambahkan, pada dasarnya, Covid-19 adalah virus baru yang belum diketahui pasti upaya yang perlu dilakukan. Oleh karena itu, keterangan pasien adalah salah satu langkah awal untuk menentukan tindakan medis terhadap pasien.

Tracing Kontak Sebanyak Mungkin

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin memerintahkan kepada semua tim gugua tugas untuk bekerja cepat menangani kasus ini. Dia mengaku telah menginstruksikan untuk melakukan tracing kontak sebanyak mungkin dan secepat mungkin.

Dia juga memastikan, kebijakan anggaran untuk penanganan Covid-19 ini telah mendapat dukungan dari parlemen. Serapan anggaran Covid yang masih rendah selama ini itu juga terkait dengan kondisi Bantaeng yang masih berada pada zona hijau.

“Sampai siang ini, kita masih berada di zona hijau berdasarkan keterangan tim gugus provinsi. Tindakan yang selama ini kita lakukan adalah tindakan pencegahan,” jelas dia.

Dia mengajak kepada semua warga dan pasien di RSUD Bantaeng untuk senantiasa jujur kepada tenaga kesehatan.

“Kejujuran pasien juga adalah keselamatan untuk Nakes kita,” jelas dia.

  • Bagikan