Bantaeng, Publikasi Online – Kebakaran menghanguskan tiga unit rumah terjadi sekitar pukul 8 malam pada Minggu (13/10/2019) lalu terjadi di dusun Bunga Biraeng, kampung Bate Balla, desa Lumpangan, Kecamatan Pa’jukukang, kabupaten Bantaeng.
Terdapat korban jiwa dalam kebakaran tersebut, yakni seorang lelaki berusia 80 tahun atas nama Dg.Damang. “Ada korban jiwa, kena luka bakar di lengannya,” kata Kasi OPS Damkar Bantaeng Irfan Nurmin beberapa waktu lalu.
Saat ini, 9 orang korban kebakaran tinggal di tenda yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dg. Suri, Salah satu korban, seorang ibu yang tinggal dengan 3 orang anaknya mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Gabah puluhan karung beserta uang tabungan hangus dilalap si jago merah.
Pemerintah juga telah memberikan bantuan berupa keperluan dapur beserta sembakonya. Tak lupa sumbangan berupa kebutuhan sandang pangan sekedarnya. Untuk sementara waktu, karena korban telah dijanjikan rumah baru.
“Katanya mau dibangunkan rumah, kalau saya harap tolong wc dulu karena kesulitan kalau mau buang air kita turun ke sungai,” kata Dg. Suri, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Atas insiden itu mengugah keprihatinan berbagai kalangan untuk memberikan bantuan kepada korban kebakaran. Adalah Princess Studio, yakni komunitas senam zumba di Bantaeng yang turut bergerak menunjukkan kepedulian antar sesama.
“Ini adalah kewajiban bagi sesama manusia, dan sumbangan ini bukan cuma dari Princess tapi sebelumnya kita juga kumpulkan dari teman-teman lain yang siap berdonasi,” jelas Fitra, mewakili tim Princess bicara.
Rombongan tersebut tampak membagi-bagikan sembako, diantaranya beras, gula, telur, indomie, garam, serta sekantong besar berisi pakaian layak pakai.
“Walaupun sedikit, kami harap semua bantuan ini bisa berguna bagi saudara-saudara kita,” harap Fitra, yang juga dikenal sebagai Sekretaris Direktur Perusda Sulsel.
Sebelum pamitan, mereka menyempatkan diri berfoto bersama sebagai bentuk pendokumentasian sekaligus untuk diperlihatkan kepada para donatur sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Kami berterimakasih atas semua bantuannya, semoga berkah,” doa Dg.Suri penuh haru.
