Jakarta, Publikasi Online – Jokowi dan Ma’ruf baru saja dilantik menjadi kepala negara.
Dalam pidato singkatnya, Jokowi memaparkan 5 prioritas utama yang bakal dilakukan selama 5 tahun kedepan.
Yuk simak poin pentingnya :

1. Pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama.
Rencananya di pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf, bakal membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis.
“Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Presiden Jokowi.
Menurutnya perlu ada formulasi yang tepat untuk melakukan hal tersebit. Fakyor pendukung utama adalah kerja sama industri
“Kita perlu endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita. Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri,” sebutnya.
2. Melanjutkan pembangunan infrastruktur.
Pembangunan infrastruktur yang telah dikerjakan Jokowi pada periode pertamanya bersama mantan Wapres Jusuf Kalla akan dibangun di periode keduanya kali ini.
Yang paling utama di sektor ekonomi, wisata dan industri.
“Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat,” bebernya.
3. Penerbitan regulasi
Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar.
“Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM.
Masing-masing UU tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi,” sebut dia.
4. Penyederhanaan birokrasi.
Hal ini diakuinya harus terus dilakukan dengan skala besar-besaran.
Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus dipangkas.
“Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi,” kata Presiden Jokowi.
5. Transformasi ekonomi.
Baginya pemerintah harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern.
Hal ini diyakini mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
